Bedak Bayi Yang Aman

Bayi yang baru lahir selalu menjadi pusat perhatian. Setiap perubahan dan perkembangan bayi selalu diamati. Apalagi jika anak pertama. Segala sesuatu diusahakan yang terbaik untuk bayi baru lahir tersebut.

Memang bayi baru lahir memerlukan perawatan yang khusus. Salah satunya adalah soal kulit bayi, yang masih sangat hakus dan sensitif. Karenanya, produk yang digunakan untuk merawat kulit, termasuk bedak, tidak boleh sembarangan. Banyak produk bedak bayi yang tersedia di pasaran. Pertanyaannya, jenis bedak apa yang paling aman dan memberikan perawatan maksimal untuk bayi?

Bedak bayi merupakan salah satu kebutuhan penting. Bayi di Indonesia akan lebih sering berkeringat karena berada di daerah yang beriklim tropis. Keringat berlebih ini dapat meneyebabkan iritasi kulit. Untuk mencegah iritasi digunakan bedak. Nah, apakah bedak bayi memberikan manfaat seperti yang diharapkan?

Keamanan Bedak Bayi

Banyak produk bedak bayi yang beredar (Cusson, Zwitsal, Johson, Pigeon), baik dalam bentuk bedak tabur, maupun bedak padat. Bahan utama bedak tersebut adalah talk. Tujuan utama penggunaan bedak bayi ini adalah untuk menjaga kulit bayi tetap kering.

Talk, suatu mineral alam, digunakan sejak bertahun-tahun sebagai bedak. Karena itu dikatakan secara umum penggunaan talk sebagai bedak aman secara kesehatan. Namun akhir-akhir ini muncul keraguan tentang keamanan talk sebagai bedak bayi. Ada beberapa alasan.

Talk Mempengaruhi Paru-paru Bayi?

Ketika menggunakan bedak, bukan hanya badan dan kaki, bedak juga diusaapkan pada wajah. Karena itu besar kemungkinan partikel talk tersebut terhisap melalui nafas dan masuk ke paru-paru bayi. Adanya partikel bedak di paru-paru ini yang mungkin akan memberikan efek buruk dikemudian hari.

Laporan American Academy of Pediatrics pada tahun 1981 menyebutkan potensi merugikan dari bedak talk, yang disebut sebagai grossly underestimated kejadiannya, yang diperkirakan menyebabkan 20 persen mortalitas. Namun pada Pediatric Environmental Health edisi ke empat, laporan tersebut menjadi lebih lunak, dengan menyebutkan ibu-ibu sebaiknya mencegah talc pneumoconiosis sebagai akibat terhisapnya talk ke dalam paru-paru. Talc pneumoconiosis dikaitkan dengana beberapa kematian bayi.

Dengan adanya laporan tersebut, industri pembuatan bedak tetap menggunakan talk sebagai bahan dasar produknya. Namun hal ini dengan suatu pernyataan bahwa talk yang digunakan adalah talk yang murni, yang telah melalui serangkaian uji sehingga memenuhi kualitas dan persyaratan sebagai bahan dasar kosmetik.

Sejalan dengan industri, FDA pun menyatakan bahwa talk merupakan bahan yang secara umum aman untuk digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk untuk bedak bayi.

Talk Menyebabkan Kanker Ovarium?

Sebagian besar bedak bayi digunakan di area badan, termasuk di daerah genitalia. Hal ini juga dicurigai talk dapat menyebabkan terjadinya kanker ovarium. Terkait dengan hal tersebut, penelitian klinis selama lebih dari 40 tahun, demikian juga FDA, menyebutkan tidak ada hubungan yang signifikan antara talk dan kanker ovarium. Demikian juga riset yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association pada bulan January 2020, menyebutkan hal yang sama. Dengan kata lain, talk dalam bedak bayi tidak menyebabkan kanker ovarium seperti yang dituduhkan.

Meski demikian, para ahli kandungan dan kebidanan tetap menyarankan untuk menggunakan bedak bayi dengan hati-hati. Hindari penggunaan yang berlebihan pada area wajah dan genitalia.

Akhir kata, bedak bayi, baik tabur maupun padat, cukup aman digunakan bayi anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *