Fungsi Empedu Yang Penting Diketahui

Penyakit batu empedu cukup banyak penderitanya. Biasanya, penyakit ini diatasi dengan cara operasi. Dalam tindakan medis ini, empedu biasanya dihilangkan. Pertanyaannya, jika dihilangkan, apakah tidak mengganggu fungsi tubuh. Jika tidak, apa sebenarnya fungsi empedu itu?

Seperti pemnyakit lainnya, pada awalnya batu empedu tidak memberikan gejala apapun. Seiring dengan waktu, batu empedu dapat semakin membesar dan menimbulkan gangguan. Salah satu yang sering dikeluhkan adalah rasa sakit perut yang berkepanjangan. Selain rasa sakit, dengan adanya sumbatan batu empedu, maka cairan empedu tidak dapat diekskresikan ke usus. Hal ini akan mempengaruhi metabolisme lemak. Empedu memang berkaitan erat dengan metabolisme lemak di saluran cerna.

Fungsi Empedu

Cairan empedu merupakan cairan berwarna mengandung bilirubin, biliverdin dan urobilin. Namun komposisi utama dari cairan empedu adalah garam empedu, kolesterol, air dan lesitin. Cairan ini mempunyai peranan penting dalam metabolisme lemak. Cairan empedu dihasilkan oleh empedu yang terletak di tengah perut, tepatnya di bawah hati.

Empedu berada pada sebuah membran yang disebut dengan kantung empedu. Ukuran kantung empedu adalah sekitar 8 hingga 12 cm dengan diameter 4 cm dan memiliki kapasitas kurang lebih 60 ml.

Secara umum, fungsi cairan empedu adalah membantu penyerapan lemak dan membantu hati dalam mengekskresikan sisa-sisa metabolisme. Lebih jelasnya sebagai berikut:

Membantu kerja enzim pencernaan

Cairan empedu dalam usus halus adalah untuk mengatur pH, agar makanan dapat tercerna secara optimal. pH caairan empedu berkisar 7,5-8,0. Makanan yang keluar dari lambung dan masuk usus halus masih bersifat asam. Tingkat pH yang rendah ini akan memicu hormon sekretin dari pankreas. Adanya sekretin akan membuat empedu menyerap banyak ion bikarbonat sehingga ph cairan empedu akan semakin tinggi. Ketika cairan empedu ini di ekskresikan ke usus halus, pH yang tinggi ini akan menetralkan sifat asam dari makanan. pH netral diperlukan agar proses pencernaan dan penyerapan makanan di usus halus dapat berlangsung optimal.

Mengemulsikan Lemak

Untuk dapat diserap, zat makanan harus dapat larut dalam air. Lemak atau minyak adalah zat yang tidak larut air. Agar dapat menyerap lemak ini, tubuh akan mengemulsikan lemak ini menggunakan cairan empedu. Lemak yang teremulsikan ini akan tersebar merata dan dalam ukuran partikel yang kecil dalam air, sehingga tubuh dapat menyerapnya. Beberapa vitamin larut lemak seperti A, D, E dan K dapat diserap tubuh juga dengan cara seperti ini.

Membantu Enzim Lipase

Fungsi ini berkaitan dengan fungsi cairan empedu yang mengemulsikan lemak. Dengan terbentuknya emulsi, maka akan terbentuk misel. Partikel lemak menjadi tidak mengumpul satu sama lain. Dengan demikian, luas permukaan lemak menjadi lebih tinggi, sehingga kerja enzim lipase dalam merombak lemak menjadi lebih mudah.

Sebagai Anti Bakteri

Yakinkan anda makanan yang dimakan setiap hari benar-benar bebas bakteri? Tentu saja tidak. Meski sudah dimasak, makanan tersebut tetaplah tidak steril. Pertanyaannya, jika tidak steril, artinya masih mengandung bakteri, mengapa kita semua tidak sakit setiap kali makan?

Jawabnya adalah, tubuh mempunyai berbagai mekanisme untuk menyingkirkan berbagai bakteri dan kuman penyebab penyakit tersebut. Salah satunya adalah cairan empedu. Cairan ini akan merubah tingkat pH usus menjadi lebih tinggi atau basa. Dalam suasana basa di usus, banyak bakteri yang dihambat, bahkan mematikannya.

Dengan sistem pertahanan terhadap bakteri tersebut, cukup efektif untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Jadi, cukup kompleks dan penting fungsi empedu ternyata…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *