Jarak Aman Melahirkan Setelah Operasi Caesar

Melahirkan merupakan kodrat seorang wanita sebagai seorang ibu. Namun karena berbagai alasan, kadangkala seorang ibu tidak dapat melahrkan secara normal. Melahirkan dengan operasi Caesar menjadi alternatif. Namun setelah operasi Caesar, berapa jarak yang aman dan sehat untuk melahirkan kembali?

Sebenarnya, melahirkan secara normal ataupun Caesar, selama dilakukan dengan alasan medis yang tepat, sama baiknya. Jika memang melahirkan dengan operasi Caesar, hal ini sebenarnya tidak merugikan secara medis baik bagi Ibu maupun janin yang dilahirkannya. Kemungkinan untuk hamil kembali pun tetap terbuka. Namun dalam hal ini ada jarak waktu untuk melahirkan yang harus dipertimbangkan.

Kapan Boleh Melahirkan Lagi?

Sebagai acuan umum, jarak melahirkan yang disarankan setelah operasi cesar adalah 18-23 bulan. Memang terasa lama. Namun mengingat operasi Caesar adalah operasi besar, maka tubuh memerlukan nutrisi dan waktu untuk kembali pulih.

Salah satu komponen penting yang hilang dalam operasi Caesar adalah darah. Rata-rata, ibu yang melahirkan dengan Caesar kehilangan darang yang lebih banyak, sekitar dua gelas, dibanding dengan yang melahirkan normal. Kekurangan darah ini, selain nutrisi yang harus ditransfer ke janin saat hamil, membuat ibu rentan menderita anemia.

Data juga nmenunjukkan bahwa wanita yang mengandung kurang dari 6 bulan setelah melahirkan memiliki resiko komplikasi yang lebih tinggi seperti rahim yang pecah atau bayi prematur atau berat badan lahir rendah. Plasenta previa, yaitu plasenta yang terpisah dari rahim, dapat terjadi. Plasenta previa merupakan komplikasi serius dalam kehamilan.

Melahirkan Normal Setelah Operasi Caesar

Sebagian besar ibu yang melahirkan secara Caesar dapat melahirkan normal dikemudian hari. Terdapat beberapa tanda fisik yang harus terpenuhi agar dapat melahirkan normal, yaitu:

  • Ukuran panggul cukup besar, sehingga bayi dapat melewatinya dengan aman.
  • Garis sayatan operasi caesar pada rahim letaknya rendah dan arahnya melintang (horisontal).
  • Ukuran atau berat badan bayi normal.
  • Posisi bayi normal di dalam kandungan, yaitu kepalanya di bagian bawah rahim.
  • Riwayat operasi caesar tidak lebih dari tiga kali.
  • Tidak memiliki penyakit yang beresiko seperti plasenta previa.

Dengan kondisi fisik tersebut di atas, kemungkinan ibu dapat melahirkan normal dikemudian hari, meskipun setelah operasi Caesar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *