Jika Kepala Anak Terbentur dan Benjol

Salah satu ciri anak yang berkembang dengan baik adalah melakukan berbagai aktivitas. Namun kadang ketika anak tengah melakukan eksplorasi atau bermain, kepala mereka terbentur hingga benjol. Jika demikian, apa yang harus dilakukan?

Sebenarnya kepala anak yang terbentur merupakan hal yang lumrah. Apalagi ketika anak berusia di bawah 5 tahun. Pada usia ini, anak sangat aktif bermain dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Namun pada usia ini, keseimbangan dan koordinasi gerak anak belum sempurna. Hal inilah yang menyebabkan kepala anak terbentur benda keras.

Pertolongan Pertama Kepala Anak Terbentur

Ketika kepala anak terbentur, orang tua jangan panik. Kepanikan akan menyebabkan pengambilan keputusan tidak tepat. Yang pertama diperhatikan adalah apakah anak sadar, mengantuk atau pingsan? Ajaklah anak berkomunikasi dan perhatikan apakah anak masih dapat diajak bicara ataukah bicaranya melantur?

Apabila ternyata anak bicaranya melantur dan kesadarannya menurun, segeralah bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang semestinya. Sebab ada kemungkinan benturan pada kepala anakberdampak pada otak. Apalagi jika usia anak di bawah 2 tahun. Pada usia ini, sebaiknya setiap benturan pada kepala mendapatkan pemeriksaan medis.

Berbeda halnya jika anak masih dapat diajak berkomunikasi dengan baik. Hal ini menunjukan luka yang ada hanya luka luar. Segera periksa area benturan, apakah ada luka terbuka dan timbul perdarahan. Jika terjadi perdarahan segera hentikan perdarahan tersebut.

Cara menghentikan perdarahan adalah, pertama, basuh luka dengan air. Tekan dengan lembut luka menggunakan kasa steril hingga perdarahan berhenti. Namun jika perdarahan tidak juga berhenti atau luka yang ada cukup lebar, lebih bawa segera ke rumah sakit atau klinik untuk mendapatkan penanganan yang benar.

Namun apabila tidak terdapat luka terbuka dan hanya benjol, maka hal yang perlu dilakukan sebagai berikut:

1. Berikan Kompres Dingin

Suhu dingin dapat meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan. Bungkus bongkahan es dengan kain yang bersih dan tempelkan pada area benturan selama kurang lebih 20 menit. Ulangi kompres dingin ini setiap 3-4 jam. Perlu diingat, jangan sekali-kali menempelkan es secara langsung ke luka. Sebab hal ini dapat merusak kulit

2. Berikan Obat Pereda Nyeri

Untuk mengurangi rasa sakit yang timbul akibat benturan, berikan obat pereda nyeri. Obat pereda nyeri yang cukup aman untuk diberikan pada anak adalah parasetamol (Dumin, Sanmol, Pamol). Berikan obat sesuai dengan dosisnya. Biasanya hal ini terdapat dalam kemasan

3. Biarkan Anak Istirahat

Setelah luka benturan dirawar, biarkan anak beristirahat. Istirahat yang cukup akan mempercepat pemulihan anak. Karena itu siapkan tempat tidur yang bersih dan nyaman agar anak dapat tidur dengan baik.

4. Pantau Kondisi Anak

Meski kelihatannya anak tidak mengalami luka benturan di kepala yang parah, kondisi anak tetaplah harus dipantau selama 24 jam. Apabila anak menangis sebentar kemudian kembali beraktivitas, kemungkinan tidak ada cidera yang serius.

Namun jika anak muntah-muntah, terlihat kebingungan dan mengantuk, kejang, pucat, pupil mata membesar dan pingsan, segeralah bawa ke rumah sakit. Sebab ada kemungkinan benturan di kepala anak menyebabkan cidera pada otak.

Kepala anak dapat mengalami benturan kapan saja. Karena itu usahakan lingkungan yang aman bagi anak untuk bermain. Atau jika perlu, gunakan pelindung yang mencukupi, seperti menggunakan helm ketika anak bermain sepeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *