Jika Mata Merah Karena Alergi

Mata adalah jendela hati, kata orang. Jika mata bening dan indah, apakah hati juga baik? Entahlah. Tulisan ini bukan tentang hubungan antara mata dan hati, tapi membahas mata merah karena alergi.

Ketika mata merah, tentu ada rasa tidak nyaman. Baik karena perih dan nyeri yang timbul. Dari sisi penampilan juga sangat tidak baik. Dan sebenarnya, mata merah merupakan kata yang menunjukan adanya peradangan di konjungtiva.

Banyak sebab membuat mata merah. Bisa infeksi, baik oleh virus, jamur atau bakteri. Selain itu juga oleh berbagai zat yang menyebabkan alergi. Penyebab alergi ini disebut dengan alergen.

Proses Alergi Pada Mata

Tubuh mempunyai mekanisme untuk melindungi diri dari zat asing. Salah satunya adalah sistem antigen-antibodi. Sistem ini beerja secara spesifik terhadap zat-zat tertentu.

Reaksi antigen-antibodi ini disebut sebagai alergi jika sistem ini bereaksi terhadap zat-zat tertentu yang pada orang lain tidak menimbulkan gejala apapun. Pada saat terpapar dengan alergen (penyebab alergi), tubuh mengindentifikasi zat tersebut sebagai substansi asing yang dapat membahayakan. Atas identifikasi ini oelh antigen, tubuh kemudian membentuk antibodi yang disebut dengan Immunoglobulin E (IgE).

Saat terpapar alergen yang berikutnya, tubuh akan meningkatkan produksi IgE. Antibodi IgE ini akan berusaha “menangkap’ alergen tersebut dan menginaktifkannya. Hanya saja kadar IgE yang tinggi akan memicu pelepasan berbagai mediator inflamasi seperti histamin, leukptrten dan prostaglandin yang menyebabkan terjadinya reaksi alergi dan inflamasi.

Histamin jika berikatan dengan reseptornya, akan terjadin berbagai reaksi. Yang paling umum adalah adanya udema, pembengkakan dan kemerahan.

Pada pembuluh darah perifer, histamin dan prostaglandin akan menyebabkan terjadinya vasodilatasi. Hal ini yang menyebabkan terjadinya bentol-bentol pada kulit yang disertai dengan rasa gatal. Jika pada organ yang tertentu, vasodilatasi pembuluh darah menyebabkan mata berwarna merah, bengkak disertai dengan rasa yang tidak nyaman. Jadi belum tentu mata merah karena infeksi. Bisa jadi karena alergi.

Beberapa substansi penyebab alergi (alergen) pada mata yang paling umum adalah debu, serbuk sari dan asap. Agar tidak terkena alergi yang berulang, alergen tersebut harus dihindari.

Obat Mata Merah Karena Alergi

Banyak obat yang tersedia untuk mata merah karena alergi. Obat tersebut mengandung anti alergi sehingga dapat memblok atau menghalangi efek histamin. Dengan blokade ini, efek histamin dapat dikurangi sehingga gejala alergi dapat hilang.

Obat anti alergi ini bisa berbentuk tetes mata. Obat ini biasanya mengandung Chromolyn (Crom-Opthal) yang diformulasikan untuk mengatasi alergi pada mata. Selain itu, obat mata merah karena alergi juga mengandung anti inflamasi seperti Naphazoline, yang sering dikombinasikan dengan Pheniramin Maleat (Flamergi, Isotic Azora, Naphcon-A).

Sedangkan untuk menghilangkan penyebab alergi, mata dapat dicuci dengan cairan khusus, yaitu air mata buatan. Obat air mata buatan (artificial tears) yang dapat digunakan, diantaranya adalah Visine Tears, Cendo Lyteers, Rohto Tears dan Sanbe Tears.

Obat-obat tersebut mudah ditemui karena tersedia di berbagai apotik.

Apapun baiknya obat yang digunakan, cara terbaik untuk menghindari alergi, termasuk alergi pada mata adalah menghindari penyebabnya. Karena itu hindari debu, serbuk sari atau asap yang jadi sering jadi pemicunya. Atau jika terpaksa, gunakan pelindung mata seperti kacamata. Tapi jika telah terkena, ya gunakan obat untuk mengatasi mata merah karena alergi. Oke..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *