Makanan Penambah Berat Badan Janin

Kehamilan merupakan sebuah anugrah. Karena itu, banyak ibu yang sangat menjaga kehamilannya. Tujuannya agar kelak ketika saatnya tiba, bayi yang dilahirkan dalam keadaan sehat. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin adalah dengan menjaga berat badan. Yang dipentingkan bukan hanya berat badan ibu, namun juga berat badan janin yang dikandungnya.

Janin dalam kandungan tergantung pada ibunya. Karena itu, penting untuk ibu hamil untuk menjaga pola makannya agar janin cukup mendapatkan pasokan nutrisi. Kecukupan nutrisi akan mencegah janin lahir prematur dan terhindar dari berat badan lahir rendah.

Berikut ini panduan makanan penambah berat badan janin yang perlu dikonsumsi.

Jenis Makanan Penambah Berat Badan Janin

Para ahli berpendapat bahwa makanan untuk manambah berat badan janin tetap harus memperhatikan keseimbangan nutrisi. Asupan karbohidrat, protein, lemak dan vitamin sesuai dengan kebutuhan. Jangan berprinsip memperbanyak makan, namun yang penting adalah nilai gizi dari makanan yang dikonsumsi.

Asupan Protein

Konsumsi protein ibu hamil yang disarankan adalah 90-100 mg per hari. Selain untuk menambah berat badan, protein juga memegang peranan penting dalam pembentukan sel otak bayi. Lalu, apa sumber protein yang baik untuk dikonsumsi?

Protein yang baik banyak terdapat dalam kacang almond, daging sapi tanpa lemak, ikan dan ayam. Produk olahan susu juga merupakan sumber protein yang baik, seperti yogurt dan keju. Sedangkan untuk menambah berat badan, ibu hamil dapat menambahkan keju rendah lemak dan selai kacang dalam camilannya.

Kecukupan Asam Folat

Asam folat merupakan salah satu jenis vitamin B. Vitamin ini penting dalam pembentukan syaraf. Karena itu konsumsi asam folat sebelum dan selama kehamilan sangat penting untuk mencegah janin mengalami cacat tabung syaraf, atau cacat lahir lainnya.

Kebutuhan ibu hamil akan asam folat berkisar 0,4-0,8 mg tiap harinya. Namun jika hamil bayi kembar, maka kebutuhan asam folat adalah minimal 1 mg per hari.

Susu Khusus Ibu Hamil

Susu meruakan sumber protein dan mineral yang baik. Namun untuk ibu hamil, diperlukan formulasi susu yang khusus. Dengan formulasi ini, bukan hanya kebutuhan gizi ibu yang terpenuhi, kebutuhan nutrisi untuk janin juga dapat dipenuhi dengan baik. Konsumsi susu ibu hamil secara teratur dapat meningkatkan berat badan janin ke tingat normal.

Asupan Zat Besi

Untuk mencegah anemia selama kehamilan, perlu asupan zat besi yang memadai. Kebutuhan zat besi saat hamil dan menyusui adalah 27 mg/hari. Dengana adanya zat besi yang cukup, plasenta dapat berkembang dengan baik. Produksi darah merah akan cukup sehingga psokan nutrisi ke janin dapat berlangsung dengan optimal. Ibu hamil juga akan lebih tahan terhadap stress, penyakit dan kelelahan.

Untuk mendapatkan zat besi, ibu hamil dapat mengkonsumsi berbagai sayuran seperti bayam, brokoli, sayuran hijau lainnya dan daging tanpa lemak.

Kecukupan Kalsium

Kalsium merupakan mineral penting dalam pembentukan tulang dan gigi. Pada saat hamil dan menyususi, kebutuhan kalsium adalah 1000 mg/hari. Susu dan produk olahannya merupakan sumber kalsium yang baik. Selain itu, kalsium juga dapat diperolah dari sayuran hijau, almond dan biji wijen.

Lemak Tak Jenuh

Lemak merupakan komponenpenting dalam perkembangan sel dan berbagai hormon. Namun tidak semua lemak memiliki efek yang baik bagi kesehatan. Lemak yang baik adalah lemak tak jenuh. Jenis lemak tak jenuh dapat diperoleh dari alpukat, minyak zaitun, ikan berlemak seperti salmon, biji-bijian, dan kacang-kacangan. kecukupan lemak tak jenuh dapat menaikkan berat badan janin.

Bagaimana ibu nhamil, apakah sudah mengkonsumsi jenis makanan tersebut diatas? Makanan di atas merupakan makanan yang dapat meningkatkan berat badan janin secara sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *