Makanan Penambah Darah

Makanan Penambah Darah Ibu Hamil

  • by

Saat hamil, volume darah akan meningkat sekitar 40-60 persen. Hal ini untuk mensuplai oksigen dan makanan melalui plasenta kepada janin. Karena itulah, seringkali ibu hamil mengalami anemia. Untuk mencegah anemia, diperlukan makanan penambah darah untuk meningkatkan kadar haemoglobin selama masa kehamilan.

Haemoblobin (Hb), disebut juga sel darah merah, merupakan komponen penting dalam darah. Haemoglobin adalah protein yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kadar normal sel darah merah ini pada wanita dewasa adalah 12-16 g/dl. Pada ibu hamil, kadar Hb yang turun hingga 10,5 g/dl masih dianggap normal jika tidak terdapat gejala anemia.

Dampak Anemia Pada Ibu Hamil

Anemia, atau secara awam disebut kurang darah, merupakan masalah kesehatan yang serius pada ibu hamil. Berbagai dampak dapat timbul dan beresiko terhadap kehamilan. Berikut berbagai komplikasi akibat anemia pada ibu hamil:

  • Bayi lahir prematur.
  • Bayi lahir dengan berat badan kurang.
  • Bayi lahir dengan cacat lahir dan gangguan pertumbuhan.
  • Bayi meninggal sebelum atau sesudah dilahirkan.
  • Ibu dan bayi lebih rentan terhadap infeksi.
  • Ibu mengalami pendarahan pascapersalinan.
  • Ibu menderita postpartum depression.

Untuk mencegah terjadi anemia, ibu hamil sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan penambah darah.

Makanan Penambah Darah

Konsumsi berbagai makanan penambah darah merupakan solusi terbaik bagi ibu hami untuk meningkatkan Hb, sekaligus mencegah terjadinya anemia. Berikut ini adalah beberapa makanan penambah darah ibu hamil:

Makanan Sumber Zat Besi

Zat besi merupakan mineral utama dalam pembentukan Haemoglobin. Ibu hamil membtuhkan zat besi setidaknya 27 mg per hari. Pada trimester ketiga, kebutuhan zat besi ibu hamil meningkat hingga 40 mg/hari.

Sumber makanan penambah dara ibu hamil yang mengandung zat besi antara lain daging merah, telur, sayuran hijau seperti brokoli, bayam. kacang-kacangan, kacang polong dan kerang.

Supaya penyerapan zat besi dapat berlangsung maksimal, ibu hami juga disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin C seperti buah-buahan. Selain itu, vitamin A juga turut berperan dalam pembentukan Hb, karena itu makanan yang mengandung vitamin A seperti wortel, mangga dan ubi juga turut disarankan untuk dikonsumsi.

Hindari beberapa jenis minuman seperti kopi, teh dan minuman beralkohol. Minuman tersebut dapat menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh.

Makanan Sumber Asam Folat

Asam folaat merupakan unsur penting dalam pembentukan tulang belakang dan sel-sel otak janin. Selain itu asam folat juga penting dalam membantu pembentukan sel darah merah. Kebutuhan asam folat untuk ibu hamil adalah 400-600 mcg/hari.

Bahan makanan penambah darah ibu hamil yang mengandung asam folat tinggi adalah daging, kacang kedelai, kacang polong, bayam, brokoli, jeruk, buah bit, anggur, lemon atau jeruk, pepaya, pisang, telur, dan alpukat.

Makanan Sumber Vitamin B12

Vitamin ini, bersama dengana asam folat, berfungsi penting dalam proses mendaur ulang sel darah merah lama atau rusak menjadi sel darah merah yang baru. Jika asupan vitamin B12 ini tidak memenuhi kebutuhan, maka ibu hamil dapat mengalami anemia. Kebutuhan vitamin B12 adalah 2,6 mcg/hari.

Untuk mendapatkan vitamin B12, sumber makanan penambah darah ibu hamil yang dapat dikonsumsi adalah jeruk, kacang polong, kedelai, sayuran hijau, gandum, daging, bayam, jelai, telur, susu, dan sereal.

Dengan mengonsumsi makanan-makanan tersebut di atas, diharapkan kadar sel darah merah atau Hb ibu hamil akan meningkat dan tidak mengalami anemia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *