Memahami Ovulasi Dan Masa Subur Ibu Agar Dapat Hamil

Banyak pasangan menginginkan anak. Namun beberapa diantaranya tidak segera mendapatkannya. Ibu tidak juga hamil, meskipun telah beberapa lama berumah tangga. Bahkan ada yang sampai bertahun-tahun.

Salah satu hal penting agar ibu mendapatkan kehamilan adalah memahami proses ovulasi. Dengan memahami hal ini, maka ibu dapat menentukan waktu terbaik untuk melakukan hubungan suami istri agar kemungkinan besar dapat hamil.

Apa Itu Ovulasi?

Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari salah satu ovarium. Ini sering terjadi sekitar pertengahan siklus menstruasi, meskipun waktu yang tepat dapat bervariasi.

Dalam persiapan untuk ovulasi, lapisan rahim, atau endometrium, menebal. Kelenjar pituitari di otak merangsang salah satu ovarium untuk melepaskan sel telur. Dinding folikel ovarium pecah di permukaan ovarium.

Terdapat 15-20 sel telur yang terdapat dalam ovarium. Namun hanya telur yang paling matang yang dilepaskan. Ketika telur dilepaskan, struktur seperti jari yang disebut fimbriae menyapu telur ke tuba falopi sebelah. Telur bergerak melalui tuba fallopi, sebagian didorong oleh kontraksi pada dinding tuba fallopi. Di sini, di saluran tuba, sel telur dapat dibuahi oleh sperma.

Perlu diperhatikan, sel telur bertahan dalam tuba falopi kurang lebih 24 jam. Sedangkan sperma dapat bertahan hingga 7 hari. Karena itu, dalam jangka waktu tersebut, sel telur dan sperma harus bertemu agar dapat terjadi pembuahan. Dengan kata lain, hubungan suami istri dapat dilakukan pada saat itu atau pada hari sebelumnya, karena masa subur Ibu kurang lebih 6 hari.

Jika sel telur dibuahi, sel telur dan sperma bersatu untuk membentuk entitas bersel satu yang disebut zigot. Saat zigot bergerak menuruni tuba falopi menuju rahim, zigot mulai membelah dengan cepat untuk membentuk sekelompok sel yang disebut blastokista, yang menyerupai raspberry kecil. Ketika blastokista mencapai rahim, ia ditanamkan di lapisan rahim dan kehamilan dimulai.

Jika telur tidak dibuahi, itu hanya diserap kembali oleh tubuh – mungkin bahkan sebelum mencapai rahim. Sekitar dua minggu kemudian, lapisan rahim keluar melalui vagina. Ini dikenal sebagai menstruasi.

Kapan Terjadi Ovulasi (Masa Subur)?

Banyak orang berpendapat bahwa masa subur adalah hari ke 14 dalam siklus menstruasi. Namun sebenarnya masa subur tersebut bervariasi, tergantung panjang-pendeknya siklus menstruasi tersebut. Secara normal, siklus menstruasi berkisar 25-30 hari dengan rata-rata 28 hari. Jika siklus menstruasi adalah 28 hari, maka hari ke 14 kemungkinan terjadi ovulasi. Ini adalah masa subur, yang sangat memungkinkan terjadinya pembuahan.

Siklus menstruasi yang dialami ini bisa saja berubah. Perubahan siklus menstruasi terjadi karena berbagai macam hal mulai dari kenaikan atau penurunan berat badan, stres, kualitas tidur yang buruk atau olahraga yang dijalani.

Jika siklus menstruasi sangat teratur, maka memperkirakan masa subur cukup mudah. Masa subur terjadi kira-kira 16 hari sebelum terjadi menstruasi berikutnya dengan masa subur akan berlangsung kurang lebih 6 hari.

Tanda-tanda Ovulasi (Masa Subur)

Pada setiap wanita, terjadinya ovulasi (masa subur) dapat berbeda-beda. Namun ada tanda-tanda yang dapat dikenali untuk memperkirakan masa subur tersebut. Tanda-tanda tersebut diantaranya:

Peningkatan Suhu Basal Tubuh

Suhu basal adalah suhu tubuh saat istirahat. Dengan termometer khusus, perubahan suhu ini dapat terdeteksi. Ovulasi dapat meningkatkan suhu basal tubuh 0,1-0,2 derajat Celcius. Dengan mengukur suhu basal, maka dapat diprediksi masa subur dengan tepat.

Keputihan

Keputihan ini merupakan lendir leher rahim yang bisa menjadi pertanda masa subur. Beberapa saat setelah menstruasi berakhir, secara perlahan terjadi perubahan lendir pada leher rahim. Lendir akan berubah teksturnya, secara perlahan menjadi lebih encer dan lebih jernih. Perubahan ini akan mempermudah sperma memasuki tuba falopi untuk membuahi sel telur. Saat paling subur adalah ketika lendir terlihat agak jernih seperti putih telur.

Gairah Yang Meningkat

Pada saat ovulasi, wanita lebih bergairah untuk melakukan hubungan suami istri. Wanita juga merasa lebih menarik, juga akan terlihat lebih menarik juga bagi pasangan. Secara alami, aroma wangi tubuh juga berubah tanpa disadari.

Kram Pada bagian Perut

Kram dan rasa sakit pada bagian perut ini disebut dengan mittelschmerz. Rasa sakit ini terjadi di bagian ovarium, yaitu perut bagian bawah. Namun sebagian wanita juga merasakan sakit pada punggung saat terjadi ovulasi.

Selain dengan memperhatikan tanda-tanda tersebut diatas, untuk mengetahui masa subur juga dapat dilakukan dengan mudah menggunakan alat test ovulasi (Ovutest). Alat ini bekerja berdasarkan perubahan hormon LH yang dikeluarkan melalui urine.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *