Memilih Cat Tembok Aman Untuk Kesehatan

Warna rumah sangat berpengaruh, bukan saja pada tampilan, namun juga pada kenyamanan dan kesehatan penghuninya. Warna yang menarik akan memberikan kesan yang baik terhadap rumah. Sedangkan warna pada interior rumah ternyata dapat mempengaruhi mood penghuninya. Suasana hati dan kesehatan juga dapat terpengaruh.

Namun pernahkah anda berfikir bagaiamana cat tembok mempengaruhi kesehatan? Walau tembok terlihat bersih, sebenarnya ia tidaklah bebas kuman. Jika diteliti dengan menggunakan mikroskop, berbagai kuman dan bakteri dapat menempel dan berkembang biak di tembok yang nampak bersih sekalipun. Selain kuman, kandungan kimia dalam cat tembok mempunyai efek kesehatan yang perlu untuk diperhitungkan.

Cat Tembok Aman Untuk Kesehatan Keluarga

Kuman merupakan mahluk yang tidak kasat mata. Meski tampak bersih, bukan berarti tidak ada bakteri dan jamur yang menempel di sana. Peneltian menunjukkan bahwa bakteri dan jamur dapat menempel pada tembok dan tetap hidup selama kurang lebih 7 hari. Bagaimana dengan virus?

Karena itu penting memilih cat tembok yang mempunyai zat anti bakteri. Salah satu komponen yang banyak digunakan sebagai antibakteri, dalam peralatan medis, adalah ion perak. Zat ini memang dikenal mempunyai efek anti bakteri dan jamur dalam spektrum yang luas.

Penggunaan ion perak (silver) selain dalam peralatan medis semakin berkembang. Salah satunya adalah pada cat tembok. Dengan adanya ion perak dalam cat tembok, maka pertumbuhan bakteri dan jamur pada tembok akan semakin minimal.

Kedua adalah perhatikan kandungan kimia dalam cat tembok, terutama kandungan VOC (Volatile Organic Compounds). Pengunaan VOC biasa sebagai pelarut. Salah satu contohnya adalah thinner yang umum digunakan sebagai pengencer cat.

Salah satu ciri dari cat tembok yang mengandung VOC tinggi adalah baunya yang menyengat. Hindari cat tembok demikian. Sebab jika VOC tersebut terhirup dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti pusing dan memicu asma. Dalam jangka waktu lama, mungkin dapat menimbulkan kanker, karena sebagian VOC bersifat karsinogenik.

Cat dengan VOC tinggi digunakan pada cat tembok yang berbasis minyak. Karena itu lebih baik memilih cat yang berbasis air. Lebih aman karena kandungan VOC-nya lebih rendah.

Ketiga, hindari cat yang mengnadung merkuri. Zat ini telah lama dikenal sebagai zat yang dapat mengendap dalam tubuh dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Efeknya dari dapat menimbulkan berbagai gangguan dari kanker hingga gangguan metabolisme protein.

Pada cat, merkuri digunakan sebagai zat untuk memberikan efek cemerlang/mengkilat. Dan biasanya merkuri terdapat pada cat dengan basis minyak.

Keempat, jangan pilih cat dengan kandungan timbal yang tinggi. Zat ini digunakan dalam cat agar warna cat lebih hidup dan menarik. Dengan tambahan timbal, warna cat akan lebih awet adn stabil. Namun efek pada warna cat ini tidak sebanding dengan efek kesehatan yang ditimbulkannya.

Timbal merupakan senyawa yang mudah terikat pada darah dan beredar ke seluruh tubuh. Efeknya pada tubuh adalah menimbulkan kerusakan otak dan syaraf. Pada orang dewasa, timbal juga mempengaruhi kesuburan. Batas ambang timbal dalam cat adalah 90 ppm. Namun lebih baik lagi adalah menggunakan cat tembok yang bebas timbal.

Kelima, pilih cat tembok yang mudah dibersihkan. Mengingat tembok juga menjadi tempat singgah kuman, jamur dan virus, maka cat yang mudah dibersihkan menjadi faktor penting. Jika kotoran mudah dihilangkan dari tembok, maka kesehatan penghuni rumah akan lebih terjaga.

Nah, dari uraian di atas, jelaskan bagaimana memilih cat tembok yang aman bagi kesehatan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *