Mencegah dan Mengatasi Anak Mabuk Perjalanan

Liburan merupakan saat menyenangkan. Terlebih jika semua anggota keluarga dapat ikut serta. Bagi keluarga dengan anak yang sudah besar, tentu tidak begitu repot mempersiapkannya. Namun lain cerita jika ada anggota keluarga yang masih kecil. Lebih repot dalam persiapan liburan.

Salah satu problem dalam perjalanan liburan ketika mengajak si kecil ikut serta adalah persoalan mabuk perjalanan. Jika si kecil mabuk, maka ia akan rewel. Liburan bisa tidak menyenangkan lagi. Nah, bagaimana cara mengatasi dan mencegah ketika anak mengalami mabuk perjalanan?

Mengapa Mabuk Perjalanan?

Sebenarnya, mabuk perjalanan dapat dialami siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa. Tergantung pada alat transportasinya, masyarakat membagi mabuk perjalanan menjadi mabuk darat, laut dan udara. Seseorang dikatakan mabuk jika dalam perjalanan mengalami gejala pusing, mual dan muntah. Gejala ini bisa saja ringan hingga berat.

Mengapa seseorang bisa mengalami mabuk perjalanan? Hal ini terjadi ketika otak “kebingungan” dalam menanggapi respon berbagai rangsang yang terjadi pada saraf di kulit, mata, telinga bagian dalam dan otot-sendi.

Contohnya, ketika sedang berada di dalam kabin kapal yang sedang bergerak, telinga bagian dalam merasakan gerakan gelombang, tapi mata tidak melihat adanya pergerakan. Atau ketika naik pesawat, tubuh merasakan adanya turbulensi, sedangkan mata tidak bisa melihat hal tersebut. Pertentangan antar indera inilah yang membuat otak kebingungan hingga menyebabkan mabuk perjalanan.

Selain itu, guncangan yahg keras, adanya aroma yang tajam dan membaca buku juga dapat menimbulkan mabuk perjalanan.

Pada orang dewasa, kejadian mabuk perjalanan tentu lebih jarang. Namun pada anak-anak, sebagian besar mengalami mabuk perjalanan ini.

Menangani Anak Mabuk Perjalanan

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Untuk mencegah dan mengatasi anak yang mengalami mabuk dalam perjalanan, ada beberapa tips yang dapat dilakukan berikut ini.

Pertama, usahakan anak duduk pada bagian yang cukup luas. Dengan demikian, anak dapat bergerak dan mendapatkan pemandangan yang lebih luas. Hal ini dapat mengalihkan perhatian anak pada hal-hal yang memicu mabuk, seperti guncangan yang keras.

Kedua, berikan makan pada anak 3 jam sebelum perjalanan dimulai. Hal ini akan mengurangi aktivitas usus, mencegah kembung dan sekaligus menurunkan resiko mual.

Ketiga, pastikan sirkulasi udara dalam kendaraan cukup. Sirkulasi udara usahakan berlangsung dengan baik, namun usahakan aliran udara yang masuk dan keluar terjadi dengan lembut. Jika kendaraan menggunakan AC, sekali-kali bukalah sedikit jendela sebentar. Hal ini dimaksudkan untuk mengganti udara sekaligus memasok oksigen ke dalam kabin kendaraan.

Keempat, hindari barang-barang yang beraroma kuat. Aroma yang berlebihan, apalagi aroma ini tidak disukai, akan memicu mabuk dalam perjalanan.

Kelima, jika memang terpaksa, gunakan obat anti mabuk untuk anak seperti dimenhidrinat (Antimo Anak) yang tersedia dalam berbagai rasa. Namun obat ini sebaiknya diberikan sekitar 15 menit sebelum melakukan perjalan.

Begitu cara mencegah dan menangani mabuk perjalanan pada anak. Anak menjadi tidak rewel dan perjalanan liburan akan berlangsung dengan menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *