Nutrisi Ibu Hamil

Nutrisi Ibu Hamil Trimester 1-Trimester 3

Ketika ibu hamil, baik dari trimester 1,2 dan 3, mempunyai kebutuhan nutrisi yang tinggi. Berbagai nutrisi tersebut dibutuhkan, bukan saja untuk janin, namun juga untuk ibu yang tengah mengandung.

Nutrisi yang mencukupi merupakan faktor yang menentukan tingkat kesehatan bumil. Kurangnya asupan nutrisi ibu hamil dan gaya hidup tidak sehat dapat meningkatkan resiko kesehatan janin seperti berat badan lahir rendah, gangguan perkembangan dan cacat bawaan.

Karena itu jika telah mengetahui hamil, maka mau tidak mau, harus selektif memilih makanan yang akan dikonsumsi. Sebab setiap asupana nutrisi akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil, jika perlu, dapat mengkonsumsi suplemen prenatal.

Berbagai Nutrisi Penting Ibu Hamil

Banyak jenis nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil dari trimester 1-3. Para ahli merekomendasikan ibu hamil dengan berat badan normal untuk mengonsumsi 1800 kalori pada trimester 1, 2200 kalori pada trimester 2, dan 2400 kalori pada trimester 3. Berikut adalaj nutrisi ibu hamil yang tidak boleh terlewatkan.

1. Karbohidrat

Kebutuhan karbohodrat bahi ibu hamil cukup besar. Dalam tubuh, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa. Zat inilah yang digunakan sebagai sumber energi. Ibu hamil menggunakan energi ini untuk beraktivitas. Selain itu juga mendukung perkembangan janin yang ada dalam kandungan.

Untuk mencukupi kebutuhan energi tubuh selama hamil, pastikan memenuhi 350 gram karbohidrat setiap hari. Namun, pilih jenis karbohidrat kompleks yang lebih lambat dicerna tubuh agar tidak terjadi lonjakan kadar gula darah. Nasi merah, roti gandum, dan kentang akan lebih baik dibandingkan dengan nasi putih, mie, dan roti putih.

2. Protein

Protein merupakan zat penting untuk pertumbuhan sel, regenerasi sel, baik di jaringan maupun otot. Selain itu protein juga penting untuk menjagai jumlah darah tetap mencukupi. Apalagi pada ibu hamil, tubuh memerlukan darah lebih banyak, sebab selain untuk dirinya sendiri, juga untuk janin yang dikandungnya.

Asupan protein yang cukup akan menunjang proses tumbuh kembang janin lebih optimal, terutama perkembangan otaknya. Protein dapat diperoleh dari makanan seperti daging sapi, ayam, ikan, telur, susu, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Kebutuhan protein yang direkomendasikan selama kehamilan adalah 80 gram per hari.

3. Lemak

Tidak semua lemak itu buruk. Pada kehamilan, lemak juga dibutuhkan untuk perkembangan janin diseluruh trimester. Lemak sangat dibutuhkan dalam pembentukan dan pengembangan otak dan mata. Selain itu, lemak juga dibutuhkan sebagai sumber energi tubuh, terutama saat persalinan secara normal.

Keadaan plasenta dan air ketuban yang tetap terpelihara selama kehamilan juga sangat membutuhkan lemak. Selain itu lemak juga digunakan untuk membesarkan otot rahim, peningkatan volume darah, dan untuk memperbesar jaringan payudara sebagai persiapan masa menyusui setelah bayi lahir.

Kebutuhan lemak selama kehamilan kurang lebih 80 gram per hari. Untuk mendapatkan lemak ini, gunakanlah sumber makanan yang mengandung lemak sehat seperti ikan salmon, buah alpukat, dan dari kacang-kacangan. Hindari sumber lemak trans dari makanan seperti gorengan, makanan cepat saji, dan makanan kemasan atau kalengan. Lemak semacam ini tidak baik untuk kesehatan.

4. Zat besi

Zat besi merupakan mineral penting dalam pembentukan hemoglobin (sel darah merah). Hemoglobin ini berperan sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh baik ibu dan janin.

Ketika hamil, kebutuhan zat besi Anda meningkat hingga 50 persen. Peningkatan kebutuhan ini terutama pada trimester kedua dan ketiga. Setiap harinya, ibu hamil memerlukan setidaknya 27 mg asupan zat besi. Kebutuhan zat besi tersebut dapat dicukupi dengan mengonsumsi daging tanpa lemak, ikan, tahu, sayuran berwarna hijau, telur, dan kacang-kacangan.

Satu yang perlu diingat, jangan sampai ibu hamil kekurangan zat besi, sebab hal ini dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur.

5. Asam Folat

Dari awal kehamilan hingga minggu ke 12, ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi suplemen asam folat sebesar 400 mcg per hari. Selain dari suplemen, asam folat alami yang disebut dengan folat dapat diperoleh dari sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, kacang-kacangan, alpukat, dan pepaya. Sebagian margarin dan sereal yang terdapat di pasaran juga telah diperkaya dengan asam folat. Asam folat berperan penting untuk mencegah janin mengalami cacat tabung saraf.

6. Serat

Pada saat hamil, seringkali timbul gangguan pencernaan berupa sembelit. Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan serat, yang diperoleh dari buah dan sayuran. Selama kehamilan, ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi 200-400 gram sayuran dan 350 gram buah. Selain memperoleh serat, dengan mengkonsumsi sayur dan buah, juga dapat diperoleh asupan vitamin dan mineral.

7. Kalsium

Kalsium adalah mineral penting dalam pembentukan tulang dan gigi. Pada ibu hamil, sasngat disarankan untuk minum 3 gelas susu atau susu kedelai. Jumlah ini dianggap mencukupi kebutuhan kalsium selama kehamilan. Sumber kalsium lain adalah keju. Namun pilih keju yang rendah lemak. Yogurt dengan kandungan lemak rendah juga merupakan pilihan yang baik. Dalam satu gelas yogurt mengandung kalsium lebih banyak dibanding satu gelas susu.

Dengan menvukupi kebutuhan nutrisi tersebut, ibu hamil akan sehat. Demikian juga dengan janin yang dikandungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *