Pengobatan Anemia, Tubuh Lemas

Pengobatan Anemia Penyebab Tubuh Lemas Dan Pusing

Tubuh yang bugar akan memudahkan kita untuk melakukan berbagai aktivitas. Namun suatu saat, tubuh juga dapat mengalami penurunan vitalitas. Tubuh dapat menjadi mudah lemas dan pusing. Bila sudah demikian, maka aktivitas harian dapat saja terganggu.

Banyak kondisi yang menyebabkan tubuh mudah lelah/lemas dan pusing. Sayangnya, banyak yang menyepelekan keadaan ini. Padahal, badan yang mudah lemas dan pusing dapat merupakan berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah anemia.

Apa Itu Anemia?

Agar tubuh berfungsi baik, maka harus cukupm mendapat pasokan oksigen. Yang bertugas untuk menghantarkan oksigen adalah darah, khususnya sel darah merah. Namun, jika karena berbagai hal, sel darah merah jumlahnya tidak mencukupi, maka terjadi anemia.

Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Hal ini terjadi ketika hemoglobin jumlahnya berada di bawah normal. Anemia dapat terjadi sementara atau dalam jangka panjang, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, dari ringan samapai berat.

Seorang laki-laki dewasa dikatakan menderita anemia jika kadar hemoglobinnya di bawah 14 gram/dl untuk laki-laki, dan di bawah 12 gram/dl untuk perempuan. Untuk mengatasi anemia ini tergantung pada penyebabnya.

Penyebab Anemia

Ada beberapa penyebab anemia.Secara garis besar, ada 3 hal yang menyebabkan terjadinya anemia, yaitu:

  • Produksi sel darah merah yang tidak mencukupi.
  • Kehilangan darah dalam jumlah besar.
  • Sel darah merah rusak terlalu cepat.

Oleh karena itu, berdasarkan penyebabnya, anemia dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Anemia Kekurangan Zat Besi

Zat besi merupakan mineral utama dalam pembentukan sel darah merah. Jika asupan zat besi kurang, maka produksi hemoglobin juga tidak akan mencukupi. Anemia ini dapat terjadi karena kurangnya zat besi dalam makanan atau karena tubuh tidak mampu menyerap zat besi seperti pada penyakit celiac.

Anemia Akibat Perdarahan

Perdarahan yang berat dapat terjadi karena berbagai sebab. Menstruasi, luka, melahirkan, kanker atau hal lain dapat menyebabkan perdarahan yang hebat. Jika darah yang terbuang cukup banyak, maka tubuh akan kekurangan hemoglobin sehingga terjadi anemia.

Anemia Aplastik

Anemia aplastik terjadi karena adanya kerusakan pada sumsum tulang sehingga tidak mampu lagi menghasilkan sel darah merah dengan optimal. Beberapa hal dapat memicu kondisi ini seperti infeksi, penyakit autoimun, paparan zat kimia beracun, serta efek samping obat antibiotik dan obat untuk mengatasi rheumatoid arthritis.

Anemia Hemolitik

Sel darah merah selalu mengalami pembentukan dan penghancuran. Ini proses alamiah sebagai bagian dari regenerasi sel. Namun dapat saja proses penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat dari pembentukannya, sehingga jumlah sel darah merah akan terus berkurang.

Beberapa hal dapat menjadi penyebab anemia hemolitik ini, seperti faktor keturunan, kanker darah, infeksi bakteri atau virus, penyakit autoimun. Beberapa obat diketahui memiliki efek samping yang dapat menyebabkan anemia hemolitik seperti paracetamol, asam mefenamat, penisilin, dan obat antimalaria.

Anemia Penyakit Kronis

Penyakit dapat mempegaruhi pembentukan sel darah merah, terutama pada penyakit kronis (jangka panjang). Penyakit tersebut adalah penyakit Crohn, ginjal, kanker, rheumatoid arthritis, dan HIV/AIDS.

Anemia Sel Sabit (Sickle Cell Anemia)

Anemia ini disebabkan mutasi sel genetik hemoglobin. Akibatnya hemoglobin menjadi lengket dan saling menempel dan berbentuk tidak normal seperti bulan sabit. Anemia ini terjadi jika seseorang memiliki orang tua yang sama-sama mengalami mutasi genetik tersebut.

Thalasemia

Penyakit ini juga disebabkan oleh mutasi gen yang menyebabkan produksi hemoglobin tidak normal. Penyakit ini juga berkaitan erat dengan faktor keturunan. Seseorang dapat menderita thalasemia jika satu atau kedua orang tuanya memiliki kondisi yang sama.

Gejala Anemia

Terdapat beberapa gejala anemia yang bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Gejala-gejala tersebut dapat berupa:

  • Tubuh lemas dan cepat lelah
  • Sakit kepala dan pusing
  • Kulit tampak pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Napas pendek
  • Nyeri dada
  • Dingin di tangan dan kaki

Gejala-gejala terebut pada awalnya tidak diperhatikan oleh penderita. Namun seiring dengan waktu, gejala tersebut akan semakin berat, seiring dengan semakin paranya anemia.

Pengobatan Anemia

Beberapa jenis anemia, seperti anemia aplastik, hemolitik, akibat penyakit kronis, sel sabit dan thalasemia memerlukan penangan medis. Karena itu segera konsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan penanganan dengan segera.

Namun untuk anemia akibat kekurangan zat besi dapat diatasi dengan memperbaiki nutrisi, agar zat besi tersebut dapat tercukupi.

Beberapa nutrisi seperti sayuran berwarna hijau gelap, kacang-kacangan, daging, gandum, buah-buahan kaya akan zat besi dan asam folat. Kedua zat tersebut merupakann bahan dasar pembentukan hemoglobin, sehingga kecukupan zat tersebut akan mencegah terjadinya anemia.

Namun bila dirasa perlu, beberapa suplemen zat besi dapat diminum. Suplemen tersebut diantaranya Hemobion, Sangobion, Emineton dan beragai merek lainnya dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan zat besi. Suplemen tersebut mudah didapat, karena tersedia di berbagai apotik.

Jadi, dengan konsumsi makanan kaya zat besi atau minum suplemen tambah darah merupakan tindakan pencegahan dan pengobatan anemia penyebab tubuh lemas dan pusing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *