Perban Luka

Salep Mengeringkan Luka Jahitan

  • by

Karena berbagai hal, kita sering mendapatkan luka. Mungkin cuma luka kecil. Namun bisa juga luka yang cukup lebar. Bahkan mungkin juga mempunyai luka akibat prosedur operasi. Luka yang cukup lebar dan operasi biasanya dijahit untuk mempercepat penyembuhan.

Jika luka telah dijahit, maka perlu waktu beberapa hari atau minggu untuk luka menutup sempurna. Dan selama proses penyembuhan tersebut, luka harus dirawat dengan baik.

Perhatian khusus diperlukan dalam perawatan luka jahitan. Tujuannya adalah mencegah terjadinya infeksi. Sebab jika terjadi infeksi, maka luka tidak akan menutup.

Perawatan Luka Jahitan

Tujuan dari perawatan luka jahitan adalah menjaga luka dari infeksi. Langkah-langkah untuk merawat lula jahitan sebagaio berikut:

1. Cuci Tangan

Menjaga kebersihan merupakan dasar dari perawatan luka. Karena itu mencuci tangan sebelum melakukan perawatan. Tujuan dari mencuci tangan ini adalah untuk mencegah perpindahan bakteri dari tangan ke luka yang dapat menimbulkan infeksi. Cuci tangan seharusnya dilakukan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

2. Buka Perban

Lepaskan perban yang digunakan untuk menutup/membalut luka dengan hati-hati dan perlahan lahan. Jangan tarik perban dengan tiba-tiba. Lebih baik dengan menarik kulit perlahan-lahan menjauhi perban. Cara ini lebih tidak menimbulkan rasa sakit dibanding dengan menarik perban.

3. Bersihkan Luka Jahitan

Cukup gunakan air bersih. Tidak perlu menggunakan sabun antiseptik. Untuk membersihkannya, cukup gosok luka dengan lembut. Jangan pernah menggosok luka dengan cepat dan keras, sebab hal tersebut dapat membuka jahitannya.

Setelah bersih, tepuk-tepuk dengan menggunakan handuk kering yang lembut. Pastikan luka benar-benar kering dan tidak lembab sebelum ke langkah berikutnya.

4. Oleskan Salep Antibiotik

Penggunaan salep antibiotik ini untuk mencegah terjadinya infeksi. Oleskan salep secukupnya secara merata ke luka.

5. Tutup Luka Dengan Perban

Tahap berikutnya adalah menutup luka dengan perban. Langkah ini akan mencegah menempelnya bakteri pada luka, sehingga luka akan terhindar dari infeksi. Pastikan perban menutupi area 1,5 cm dari luka.

Jika luka masih mengeluarkan cairan seperti darah atau nanah, maka diperlukan perban beberapa lapis untuk menyerap cairan tersebut dan tidak merembes ke luar.

6. Buang Bekas Perban

Langkah terakhir adalah buang sisa-sisa perban yang tidak terpakai ke tempat sampah. Jika pada bekas perban terdapat cairan nanah atau darah, bungkus terlebih dahulu dengan plastik sebelum membuangnya ke tempat sampah. Kemudia jangan lupa untuk mencuci tangan kembali sampai bersih.

Salep Pengering Luka

Pada langkah perawatan luka, terdapat penggunaan salep atau cream antibiotik. Beberapa obat antibiotik topical dapat digunakan untuk keperluan ini seperti kombinasi Bacitracin dan Neomycin (Nebacetin, Tracetin, Netracin). Zat antiseptik yang populer seperti Povidone Iodine (Betadine, Isodine) juga dapat digunakan.

Antibiotik topikal biasanya terdaapt dalam 2 bentuk, yaitu salep dan cream. Diantara keduanya, mana yang lebih baik? Basis salep terbuat dari lemak sedangkan cream berbasis emulsi. Dari kedua bentuk tersebut, bentuk cream lebih mudah untuk dibersihkan menggunakan air. Meski demikian, baik salep maupun cream sama-sama efektif.

Yang terpenting adalah ketika menggunakannya, oleskan secara merata ke seluruh luka. Dengan demikian seluruh luka akan terlindungi dari infeksi.

Pantang Makan, Perlukah?

Seringkali orang beranggapan ketika tengah luka dan dalam masa penyembuhan, lebih baik pantang makanan tertentu. Seringkali makanan yang dipantang adalah sumber protein yang penting seperti telur dan daging.

Ketika terjadi luka, tubuh memerlukan berbagai nutrisi, terutama protein untuk membangun sel-sel yang baru. Dengan sel-sel baru, maka sel tersebut akan menggantikan sel-sel rusak saat terluka.

Karena membutuhkan makanan bergizi, terutama protein, untuk menggganti sel-sel yang rusak, maka tidak perlu pantang makanan tertentu untuk mengeringkan luka, kecuali jika ada alergi terhadap makanan tertentu. Jadi, makan makanan bergizi sangat dianjurkan untuk mempercepat penyembuhan luka. Bukan pantang makanan tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *