Tindakan Dan Obat Untuk Batu Empedu

Salah satu gangguan kesehatan berkaitan dengan empedu adalah timbulnya batu empedu. Salah satu gejala yang paling umum dari batu empedu adalah sakit pada perut yang terjadi secara mendadak. Selain di empedu, batu empedu juga dapat terjadi di saluran empedu.

Empedu berada dalam suatu kantung, disebut kantung empedu. Organ ini akan memproduksi cairan empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak, termasuk kolesterol yang terkandung dalam makanan. Hanya saja, dalam kantung empedu, kolesterol dapat mengendap dan mengeras sehingga terbentuklah batu empedu.

Sebagian besar batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol. Namun ada senyawa lain selain kolesterol yang juga dapat mengendap dan mengeras membentuk batu empedu.

Tidak semua batu empedu menjadi penyakit, yang dalam bahasa medis disebut dengan kolelitiasis. Bahkan jika ada batu empedu namun tidak menimbulkan gangguan, tidak diperlukan tindakan medis. Namun jika sampai menimbulkan gangguan kesehatan, berbagai tindakan, dari obat hingga tindakan operasi mungkin dilakukan untuk mengatasinya.

Gejala Penyakit Batu Empedu

Pada umunya, batu empedu atau kolelitiasis tidak menimbulkan gejala. Namun jika batu empedu tersebut menyumbat saluran empedu, gejala mulai timbul. Gejala utama batu empedu adalah sakit perut pada bagian kanan atau tengah atas. Rasa sakit ini dapat menyebar ke baberapa bagian lain seperti bahu dan tulang belikat.

Rasa sakit pada perut tersebut dapat timbul dengan tiba-tiba. Lama waktu bisa hanya beberapa menit hinga beberapa jam. Dan timbul atau hilangnya rasa sakit ini tidak diengaruhi kondisi apapun. Penyumbatan saluran empedu ini akan menimbulkan gangguan, dengan gejala seperti berikut:

  • Mual/Muntah
  • Perut Kembung
  • Sakit Maag
  • Penurunan Nafsu Makan
  • Diare
  • Sakit Kuning
  • Gatal Pada Kulit
  • Demam Jika Terdapat Infeksi

Komplikasi mungkin dapat terjadi, meski hal ini termasuk jarang. Salah satu komplikasi adalah jika batu empedu menghambat saluran pankreas. Hal ini dapat menimbulkan peradangan pankreas sehingga memper[arah rasa sakit pada perut.

Penyebab Penyakit Batu Empedu

Sebenarnya, penyebab batu empedu belum diketahui dengan pasti. Namun fakta menunjukan bahwa terbentuknya batu empedu berkaitan dengan kadar kolesterol dan bilirubin dalam cairan empedu.

Ketika kadar koleseterol dan bilirubin dalam kantung empedu tinggi, cairan yang ada tidak mampu melarutkan kolesterol dan bilirubin tersebut. Akibatnya terjadi endapan dalam kantung empedu. Seiring dengan waktu, endapan tersebut kemudian mengeras yang kemudian dikenal sebagai batu empedu.

Meskipun batu empedu dapat ditemukan pada saluran empedu, namun pembentukannya hampir selalu di kantung empedu. Batu yang terbentuk berupa bulat dengan permukaan licin, berduri dan kadang berbentuk seperti buah murbei.

Jenis Batu Empedu

Sesuai dengan pembentuknya, batu empedu dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

Batu Empedu Kolesterol

Jenis batu ini terbentuk dari endapan kolesterol. Biasanya berwarna kuning atau hijau. Jenis batu empedu kolesterol adalah bentuk yang cukup umum.

Batu Empedu Pigmen/Bilirubin

Batu empedu jenis ini terbentuk dari bilirubin atau pigmen yang terbentuk selama pemecahan sel darah merah. Jenis batu ini berwarna coklat atau hitam gelap.

Batu Empedu Campuran

Jenis batu empedu ini terbentuk dari campuran kolesterol dan bilirubin. Kadang juga mengandung sedikit kalsium. Sekitar 80 persen batu empedu merupakan batu empedu campuran.

Pengobatan Batu Empedu

Pengobatan dan tindakan medis terhadap batu empedu tergantung pada tingkat gejala yang terjadi. Seringkali jika terdapat batu empedu namun tidak mengganggu, maka tindakan medis dan obat belum diperlukan. Berbeda halnya ketika ada gejala yang mulai timbul.

Jika gejala yang muncul bersifat ringan, batu empedu berukuran kecil atau penderita tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi, maka obat dapat diberikan.

Satu hal dari pemberian obat batu empedu ini adalah sampai saat ini belum ada obat yang secara efektif mampu melarutkan atau menghancurkan batu empedu.

Obat yang digunakan untuk melarutkan batu empedu adalah ursodeoxycholic acid (Urdahex, Urdafalk, Urdex). Obat ini mempunyai kinerja yang lebih baik untuk melarutkan batu empedu yang ternentuk dari kolesterol. Meski demikian, penggunaan obat ini kurang efektif karena:

  • Memerlukan waktu pengobatan 6-12 bulan
  • Batu empedu dapat terbentuk kembali jika pengobatan dihentikan
  • Hanya cocok untuk batu empedu kolesterol
  • Dapat menyebabkan diare ringan

Karena hal tersebut di atas, solusi yang dianggap paling baik untuk mengatasi batu empedu adalah dengan tindakan operasi.

Operasi batu empedu berupa tindakan untuk mengangkat/menghilangkan kantung empedu. Operasi ini dilakukan dengan 2 metode, yaitu:

  • Kolesistektomi laparoskopi, yaitu tindakan operasi dengan menggunakan laparoskop.
  • Kolesistektomi terbuka. Metode ini dilakukan jika metode laporoskopi tidak dapat dilakukan seperti misalnya ukuran batu empedu cukup besar, sedang hamil, atau letak kantung empedu yang sulit dijangkau.

Setelah pengangkatan kantung empedu, apakah tubuh masih dapat menyerap lemak? Tentu saja dengan hilangnya kantung empedu, maka cairan empedu tidak dapat diproduksi lagi. Untuk itu, tubuh akan melakukan penyesuaian, sehingga usus dan hati akan mampu menyerap dan memetabolisme lemak meski tanpa cairan empedu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *