Otak Cerdas

Vitamin dan Suplemen Otak Cerdas dan Pintar

  • by

Perkembangan otak bayi berlangsung dengan sangat cepat, segera setelah bayi dilahirkan. Dalam kurun waktu 3 bulan, perkembangan otak bayi mencapai setengah ukuran orang dewasa. Hal ini dipublikasikan dalam jurnal Asosiasi medis Amerika setelah meneliti dengan cara memindai otak bayi dari lahir sampai usia 3 bulan. Namun setelah periode itu, perkembangan otak bayi sebesar 0,4 persen per hari.

Bagian otak yang berkembang lebih cepat ialah cerebellum, area di dalam otak yang mengatur gerakan. Adapun hippocampus, bagian ingatan di dalam otak, berkembang lebih lambat.

Penelitian ini memiliki arti penting, sebab hasil yang didapat menunjukkan bahwa perkembangan otak bayi, yang berarti menunjukkan perkembangan kecerdasannya kelak, sangat krusial di fase awal pertumbuhannya. Fase pertumbuhan kecerdasan ini disebut dengan “fase emas” perkembangan otak yang berlangsung sampai dengan bayi berusia 5 tahun.

Vitamin Dan Nutrisi Untuk Kecerdasan

Salah satu nutisi penting untuk menunjang perkembangan otak bayi agar cerdas adalah omega 3. Nutrisi ini terkandung, sebagian besar pada minyak ikan. WHO sendiri menyarankan konsumsi ikan sebesar 250-500 mg setiap harinya.

Omega 3 merupakan asam lemak tak jenuh ganda. Terdapat 2 jenis yaitu asam dokosaheksaenoat (DHA) dan asam eikosapentanoat (EPA). Apa itu DHA dan EPA?

Saat menganalisa struktur otak, ditemukan bahwa sekitar seperempat bagian otak tersusun atas DHA. Zat ini merupakan bagian dari sturktur membran neuron.

DHA paling banyak berperan di bagian materi yang berwarna abu-abu di otak. Bagian abu-abu otak ini berkaitan dengan kecerdasan. Sedangkan pada neuron, DHA akan membentuk kepekaan neuron dalam menyamoaikan informasi secara cepat dan akurat. Selain pada otak, DHA juga berpengaruh pada perkembangan fungsi mata dan sistem syaraf yang sempurna.

Jika terjadi kekurangan DHA, terutama pada usia dini, dapat menyebabkan indeks kecerdasan yang rendah. Studi di Amerika Serikat pada bayi sampai usia 8-9 tahun menemukan bahwa bayi yang diberi ASI dan mendapatkan DHA yang cukup, secara statistik memiliki nilai 8,3 poin yang lebih tinggi daripada bayi yang diberi susu sapi dan tidak mendapatkan cukup DHA.

Sedangkan EPA lebih banyak berpengaruh pada produksi prostaglandin dalam darah. Dengan adanya prostaglandin, penumpukan trombosit sehingga dapat mencegah terjadinya trombosis. EPA juga mengurangi risiko aterosklerosis. Oleh karena itu, EPA memberikan efek positif dalam pencegahan dan pengobatan penyakit jantung aterosklerosis.

Dosis Pemberian DHA dan EPA

DHA dan EPA sangat penting untuk perkembangan bayi, terutama untuk membangun kecerdasan. Namun ternyata, banyak anak di dunia yang mendapat asupan DHA kebih rendah dari yang dianjurkan. Berapa jumlah pemberian DHA yang dianjurkan?

Anjuran terbaru untuk total jumlah DHA harian ANSES—French Food Safety Agency (2010):

  • Anak-anak usia 0-6 bulan: 0,32% dari total asam lemak
  • Anak-anak usia 6-12 bulan: 70 mg/hari
  • Anak-anak usia 1 sampai 3 tahun: 70 mg/hari
  • Anak-anak usia 3-9 tahun: 125 mg/hari
  • Ibu hamil dan menyusui: 250 mg/hari

Jadi untuk memaksimalkan perkembangan otak bayi dan anak, berikan suplemen agar anak cerdas tersebut dengan jumlah yang cukup. Tapi ingat, bayi sampai dengan usia 6 bulan lebih baik ASI eksklusif. Pada fase ini, asupan DHA dilakukan melalui ibunya, dengan asupan yang sesuai untuk ibu hamil dan menyusui.

Merek Produk Suplemen DHA

Sampai saat ini, banyak produk yang mengandung DHA yang beredar. Produk tersebut mudah diperoleh di apotik. Merek produk tersebut diantaranya adalah Prolacta for Mother, Prolacta With DHA for Baby, Nutribreast, Enfamil A+, Enfamil A+ Gentle Care, Nutramigen, Nutramigen LGG, Pregestimil, Sustagen Junior, Sustagen Kid, Sustagen School, Cerebrofort Gold,

Bentuk sediaan yang ada dari soft capsule, sirup hingga susu yang dapat diminum sehari-hari. Jadi perhatikan asupan DHA agar otak bayi dan anak tumbuh cerdas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *